jantung koroner menjadi suatu problema kesehatan utama di negara maju dan berkembang. Di Indonesia penyakit jantung koroner mengalami pergeseran peringkat penyebab salah satu utama kematian dari urutan ke-10 tahun 1980 menjadi urutan ke-8 tahun 1986 dan menduduki peringkat ke-3 pada tahun ini.

 Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya penyakit jantung koroner, salah satunya adalah tekanan darah tinggi atau hipertensi. Tekanan darah yang normal merupakan penunjang kesehatan yang utama dalam kehidupan dan ada hubungannya dengan faktor keturunan atau genetik, umur, jenis kelamin, etnis, stres, kebiasaan merokok, alkoholisme, obesitas serta asupan garam yang seluruhnya adalah faktor-faktor yang berkaitan dengan pola kehidupan seseorang. Adapun faktor lain yang menyebabkan tekanan darah tinggi, yaitu pemakaian obat-obatan sejenis kortikosteroid dan penyakit ginjal. Tekanan darah tinggi atau hipertensi yang dimaksud adalah keadaan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmhg dan diastolik lebih dari 90 mmhg. Awalnya hipertensi tidak terdeteksi (umur 10-30 tahun), hingga berkembang menetap/persisten (umur 20-40 tahun), dan menjadi timbulnya berbagai komplikasi (umur 40-60 tahun), salah satunya adalah membesarnya otot-otot jantung sehingga mengakibatkan kegagalan jantung dan terjadinya penyakit jantung koroner. Peningkatan tekanan darah sistemik (seluruh tubuh) meningkatkan resistensi (tahanan) terhadap pemompaan darah dari ventrikel kiri, sebagai akibatnya terjadi hipertropi (pembesaran) ventrikel untuk meningkatkan kekuatan kontraksi jantung. Kebutuhan oksigen oleh miokardium (otot jantung) akan meningkat akibat hipertopi ventrikel, hal ini mengakibatkan peningkatan beban kerja jantung yang pada akhirnya menyebabkan angina (nyeri dada) dan infark (kematian sel-sel) miokardium. Disamping itu juga secara sederhana dikatakan peningkatan tekanan darah mempercepat aterosklerosis dan arteriosklerosis, sehingga ruptur (pecah) dan oklusi (menyumbat) pembuluh darah, terjadi 20 tahun lebih cepat dari orang yang memiliki tekanan darah normal. Untuk itu sedini mungkin kita wajib menjaga kesehatan, termasuk menjaga dan mengkontrol tekanan darah sehingga terhindar dari penyakit jantung koroner, demi kesehatan jantung kita.

 

Sumber: balipost.co.id