Siapa bilang hipertensi hanya bisa terjadi pada orang dewasa, nyatanya anak-anak pun bisa mengalaminya. Meski angka kejadiannya masih jarang (1% sampai 3%), tetapi ada baiknya untuk mencegah sedari dini. Mengatasi hipertensi pada anak salah satunya dengan cara menjaga berat badan agar tidak obesitas.

    Penyebab hipertensi pada anak bukan hanya obesitas. Penyakit kongential (cacat bawaan sejak lahir), sindroma Cushing, pheokromositoma, atau karena keturunan pun bisa memperbesar kemungkinan anak terkena hipertensi. Tekanan darah tinggi pada anak bisa menetap sampai dewasa dan akhirnya menimbulkan penyakit lebih serius seperti stroke juga serangan jantung.

     Anda bisa meminta dokter untuk mengukur tekanan darah anak ketika berkonsultasi, terlebih jika anak obesitas. Gejala umum yang timbul pada anak penderita hipertensi ialah sakit kepala, pusing, penglihatan kabur, nyeri perut, nafsu makan berkurang, muntah, berat badan turun, gelisah, dan keringat berlebihan.

Bagaimana mengetahui hipertensi pada anak?

Diagnosis hipertensi pada anak berbeda dengan orang dewasa. Pada anak-anak diagnosis hipertensi dibuat menggunakan tabel tekanan darah untuk dibandingkan dengan hasil pemeriksaan. Diagnosis didasarkan pada angka persentil yang dapat dibaca dari tabel tersebut.

Data yang menunjukkan di bawah persentil 90 maka anak dikatakan memiliki tekanan darah normal. Tekanan darah anak antara 90-95 maka dikatakan di batas atas (borderline). Persentil di atas 95 pertanda anak menderita hipertensi dan jika di atas persentil 99, anak menderita hipertensi berat.

Penanganan hipertensi pada anak

Jika anak terkena hipertensi yang tidak berat, dalam artian belum menggunakan terapi obat. Anda bisa mencoba menurunkan tekanan darahanya dengan terapi non-obat, seperti berikut ini :

  • Kurangi berat badannya dengan cara mengatur pola makan dan diet sehat.

  • Ajaklah anak untuk berolahraga secara teratur. Carilah jenis olahraga yang menyenangkan, seperti berenang atau hiking.

  • Jangan memberikan makanan mengandung banyak garam dalam makanan sehari-hari anak. Batasi asupan garam dalam makanan sehari-harinya (sekitar 4-5 gram per hari).

  • Hindarkan anak dari paparan asap rokok.

Mengatasi hipertensi pada anak bisa Anda lakukan dengan dua pendekatan terapi, yaitu non-obat dan obat. Jika terapi non-obat tidak berhasil, segera konsultasikan dengan dokter. Dokter mungkin akan memberikan obat, namun Anda harus tetap menjalankan cara-cara untuk menurunkan tekanan darahnya.

 
 
Sumber:  melindahospital.com