Sebenarnya jika tekanan darah Anda sama dengan atau lebih dari 140/80 mm/Hg, Anda sudah dapat dikategorikan sebagai penderita tekanan darah tinggi. Namun sayangnya banyak orang masih menganggap penyakit ini sepele padahal penyakit ini dijuluki ‘silent killer’.

Tekanan darah tinggi tanpa gejala yang jelas dapat mempengaruhi organ tubuh lain seperti jantung dan ginjal. Anda mungkin hanya mengenal istilah tekanan darah tinggi atau hipertensi. Namun tahukah Anda, hipertensi memiliki beberapa tipe. Jenis penyakit darah tinggi yang umum terjadi ada 2 yakni Tekanan darah tinggi Primer dan Sekunder. Sedangkan empat jenis lainnya sangat jarang terjadi namun juga perlu diwaspadai. Keempat jenis hipertensi yang jarang ditemukan adalah Hipertensi Maligna, Hipertensi Sistolik Terisolasi, White Coat Hipertensi, dan Hipertensi Resisten.

  • Tekanan Darah Tinggi Primer. Hampir 95% dari semua kasus hipertensi yang ditemukan adalah tekanan darah tinggi Primer atau disebut juga Hipertensi Esensial. Penyebabnya adalah gabungan dari beberapa faktor yakni gen, gaya hidup, berat badan, dan lainnya. Tekanan Darah Tinggi Primer memiliki ukuran 140/80 mm/Hg ke atas tetapi dibawah tekanan darah tinggi Sekunder. Biasanya dokter menyarankan untuk melakukan modifikasi pada gaya hidup dan pola makan. Jika perubahan gaya hidup tidak menurunkan tekanan darah, dokter biasanya akan memberikan obat-obatan untuk menormalkan tekanan darah.
  • Tekanan Darah Tinggi Sekunder. Hipertensi Sekunder dimana ukuran tekanan darah dimulai dari 160/100 ke atas disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor penyebab hipertensi sekunder yang paling umum adalah kerusakan dan disfungsi ginjal. Penyebab lainnya adalah tumor, masalah pada kelenjar tiroid, kondisi selama kehamilan, dan lain lain. Biasanya hipertensi jenis ini bisa disembuhkan jika penyebabnya lebih dulu disembuhkan.
  • Tekanan Darah Tinggi Maligna. Ini adalah jenis hipertensi yang paling parah dan cepat berkembang. Hipertensi Maligna sangat cepat untuk merusak organ dalam tubuh. Jika dalam lima tahun hipertensi maligna tidak diobati maka konsekuensinya adalah kematian yang disebabkan oleh kerusakan otak, jantung, dan gagal ginjal. Namun hipertensi jenis ini dapat diobati dengan catatan pengobatan dilakukan secara intensif dan berkelanjutan. Seseorang yang menderita hipertensi jenis ini merasakan kebas di sekujur tubuh, penglihatan kabur, kecemasan, dan sangat kelelahan.
  • Tekanan Darah Tinggi Sistolik Terisolasi. Jenis hipertensi ini disebabkan oleh umur, mengkonsumsi tembakau,diabetes, dan diet yang salah. Pada hipertensi ini, arteri menjadi kaku sehingga menyebabkan sistolik (tekanan darah saat jantung berkontraksi) sangat tinggi sedangkan diastolik (tekanan darah saat jantung istirahat) normal. Biasanya tekanan darah pada jenis ini berkisar antara 160/80 mm/Hg.
  • White Coat Hypertension. Hipertensi jenis ini hanya terjadi jika si pasien sedang berada di pusat klinik atau rumah sakit. Jenis tekanan darah tinggi ini disebabkan oleh kegugupan saat akan diperiksa oleh pihak rumah sakit. Di luar rumah sakit, tekanan darah pasien ini sangat normal. Jika terjadi hal yang sama dalam pemeriksaan ulang maka jenis hipertensi ini tak perlu diobati.
  • Hipertensi Resisten. Penderita hipertensi resisten tidak merespon obat apapun lagi sehingga tekanan darah akan tetap berada pada kisaran 140/90 mm/Hg. Hipertensi dikatakan resisten jika 3 jenis obat tidak sanggup menurunkan tekanan darah. Maka dari itu diperlukan 4 macam jenis obat untuk menurunkan tekanan darah.

Dari enam jenis hipertensi yang ada memang hanya dua jenis yang paling sering ditemukan. Namun tak ada salahnya untuk melakukan pengecekan yang akurat untuk mengetahui jenis hipertensi apa yang anda idap sehingga pengobatan akan berjalan efektif.

 

Sumber:  deherba.com