Dun Afrika Selatan

HEPATITIS VIRUS AKUT, batasan: Keradangan jaringan hati akibat infeksi virus hepatotropik, bahan-bahan racun dan parasit

Etiologi:

Virus hepatotropik, yang sering: Virus Hepatitis A, B, C. Bahan racun pada sel hati, Obat-obatan: Tetrasiklin dosis tinggi, Parasetamol, Methyldopa, Isoniazid Bahan Kimia: CCl4, gol benzena, alkohol. rognosa: Hepatitis A baik tanpa cacat, B: 90% baik

Anjuran untuk penderita penyakit hati:

1. Berikan makanan yang berkalori tinggi, karbohidrat tinggi dan lemak sedang

2. Pemberian protein disesuaikan dengan kondisi penderita

3. Makanan diberikan secara berangsur, sesuai dengan nafsu makan dan toleransi penderita terhadap protein

MAKANAN YANG PERLU DI HINDARI :

1. Semua makanan dan daging yang banyak mengandung lemak
2. Bahan makanan yang menimbulkan gas seperti ubi, kacang merah, kobis, kapri, sawi, lobak, durian, nangka, mentimun
3. Bumbu merangsang: cabe, petis, asam cuka, jahe, terasi
4. Minuman: kopi, teh kental, minuman bersoda dan alkohol

 

Tujuan terapi diet penyakit hati

1. mempertahankan atau meperbaharui simpanan nutrien dalam tubuh
2. mencegah atau mengurangi komplikasi ensefalopati hepatik
3. meningkatkan regenerasi jaringan hati dengan memberikan kalori dan protein dalam jumlah yang memadai

macam diet hati :

1. Diet hati I, diberikan kepada penderita sirosis hepatis berat dan hepatitis infeksiosa akut dalam keadaan pre koma atau segera setelah penderita dapat makan kembali. Pemberian sumber protein sedapat mungkin dihindari. Makanan berupa cairan yang mengandung hidrat arang sederhana seperti sari buah, sirop, the manis. Cairan + 2 L sehari, bila ada ascites dan diuresa belum sempurna, pemberian cairan maks 1 L sehari
2. Diet hati II, diberikan bila keadaan akut atau prekoma sudah teratasi. Pemberian protein dibatasi (30 g sehari) dan lemak diberikan dalam bentuk mudah cerna

3. Diet hati III, diberikan sebagai makanan perpindahan dari Diet Hati II atau kepada penderita dengan nafsu makan cukup. Makanan diberikan dalam bentuk lunak atau biasa sesuai dengan keadaan penderita. Protein diberikan 1g/kg BB/hari, lemak sedang, dalam bentuk mudah cerna.
4. Diet Hati IV, diberikan sebagai makanan perpindahan dari Diet Hati III atau kepada penderita hepatitis infeksiosa yang nafsu makannya telah baik, telah dapat menerima protein dan tidak menunjukkan gejala sirosis hepatis aktif. Makanan diberikan dalam bentuk lunak atau biasa sesuai dengan keadaan penderita.

 

Sumber: umm.ac.id/