Dun Afrika Selatan

 

Yang mungkin belum banyak disadari adalah masalah kolesterol bukan hanya persoalan mereka yang beranjak tua. Anda yang masih muda pun bisa dihantui masalah ini bila pola makan sehari-hari salah.

Kolesterol memang tidak semuanya jahat. Jenis kolesterol dibedakan atas high density lipoprotein (HDL), yang bekerja ‘memburu’ kolesterol dan menjadikan aliran darah bersih dan lancar, dan low density lipoprotein (LDL). LDL inilah yang sering disebut sebagai kolesterol jahat.

Kadar LDL yang meningkat akan menumpuk di sepanjang pembuluh darah sehingga menyebabkan penyempitan dan penyumbatan. Akibatnya, jantung kesulitan memompa darah sehingga timbul rasa nyeri di dada dan pusing kepala. Parahnya, hal ini bisa menyebabkan serangan jantung mendadak. Kadar kolesterol jahat juga bisa tinggi dari meningkatnya trigliserida (salah satu lemak dalam darah yang bisa merusak arteri).  

Untuk menyiasatinya, program diet tepat bisa menjadi strategi jitu yang patut dilakoni. Selain menyusun menu yang tepat, ada beberapa hal yang wajib Anda perhatikan:

• Kurangi penggunaan lemak dan gula untuk menyeimbangkan kadar trigliserida dalam tubuh Anda

• Hindari jeroan (hati, usus, babat, ginjal, dll), kuning telur (maksimal 2 butir per minggu), susu full krim, udang, gajih (lemak), yang mengandung kolesterol tinggi. Kurangi penggunaan minyak atau santan dalam makanan dan batasi konsumsi minuman manis.

• Jauhi makanan yang dapat menimbulkan gas, seperti durian, nangka, lobak, sawi, kol, dan kacang merah. Jauhi pula teh, kopi kental, dan minuman berkadar alkohol tinggi, serta makanan yang terlalu asin.

• Pilih karbohidrat yang benar dengan cara  mengurangi konsumsi karbohidrat olahan (refined carbohydrates), seperti tepung terigu dan gula. Sebaliknya, pilihlah karbohidrat mengandung serat tinggi, seperti pada buah-buahan, biji-bijian, dan kacang-kacangan.

• Pilih gandum dan kacang-kacangan. Serat yang terkandung dalam dua makanan ini adalah serat larut dalam air. Sumbernya adalah apel, jeruk lemon, jeruk, dan jeruk nipis. Setiap gram serat larut yang dikonsumsi setiap hari akan menurunkan kadar kolesterol sebanyak kira-kira dua mg. Selain itu, jika Anda rajin mengonsumsi kacang-kacangan sebanyak empat kali atau lebih setiap minggunya, bisa menurunkan risiko penyakit jantung hingga 22%.


Diary Diet
Pola Menu 1.700 kalori:
Protein: 65 g        Lemak: 40 g        Karbohidrat: 270 g
Makan pagi:
07.00:   150 g (6 sdm)    nasi
     50 g (1 ptg)    ikan/daging
     sayuran secukupnya
     air putih

Selingan:

10.00: 1 gelas susu nonfat (2 sdm susu bubuk + 1 sdt gula)
Makan siang:
13.00: 150 g (6 sdm) nasi
    50 g (1 ptg)    ikan/daging/ayam
    75 g (1 ptg)    tahu/tempe
    sayuran secukupnya

Selingan:
16.00    :  200 g (1 piring roti) buah-buahan

Makan malam:
18.00:   150 g     nasi
     50 g     daging/telur/ikan
     50 g    tahu/tempe
     sayuran secukupnya


Sumber:  VIVAnews