Dun Afrika Selatan

Makan nasi putih mungkin berhubungan dengan suatu resiko yang lebih tinggi dari diabetes Type 2, kata para peneliti.

Menurut sebuah review dari empat studi yang melibatkan sekitar 350.000 orang, menemukan bahwa, semakin banyak nasi putih yang dimakan seseorang, semakin tinggi peluangnya untuk mengalami diabetes.

Para ahli dari Harvard School of Public Health dan Harvard Medical School menganalisa dua studi pada orang-orang Asia (China dan Jepang) dan dua studi dalam populasi Western (Amerika dan Australia).

Orang Asia cenderung lebih banyak mengkonsumsi nati putih dibanding mereka yang berada di Barat, rata-rata tiga sampai empat sajian per hari dibanding dengan satu atau dua sajian per minggu.

Hasil-hasil menunjukkan bahwa orang Asia memiliki peluang yang lebih tinggi untuk mengembangkan diabetest Type 2, dengan mereka yang paling banyak makan nasi putih berada pada resiko tertinggi.

Bahkan pada populasi Barat sekalipun dengan jumlah asupan yang biasanya rendah, para peneliti mengatakan “konsumsi nasi putih yang relatif tinggi mungkin masih tetap sedikit meningkatkan resiko diabetes.”

Dalam populasi total, para ahli mengatakan bahwa untuk setiap sajian ekstra dari nasi putih (dengan asumsi 158 g per sajian), resiko diabetes Type 2 meningkat sekitar 11%.

Seperti yang tertulis di British Medical Journal, para peneliti menyimpulkan: “Kami menemukan bahwa konsumsi nasi putih yang lebih tinggi itu berhubungan dengan suatu peningkatan yang signifikan untuk diabetes Type 2. Hubungan ini sepertinya lebih kuat untuk orang Asia dibanding untuk populasi Barat.”

Studi-studi ini mempertimbangkan berbagai faktor misalnya berat badan, berapa banyak olahraga yang mereka lakukan dan masalah-masalah pola makan misalnya asupan daging merah dan alkohol.

Pada awal studi, tidak satupun peserta yang menderita diabetes. Selama masa follow-up, yang berkisar antara 4 sampai 22 tahun, sekitar 13.200 orang mengembangkan diabetes.

Para peneliti mengatakan studi awal menyiratkan bahwa memakan nasi coklat sedikit mengurangi resiko diabetes Type 2. Tapi mereka mengatakan studi-studi yang lebih besar diperlukan untuk melihat semua manfaat dari mengganti nasi putih dengan nasi coklat.

Dalam suatu editorial, Dr Bruce Neal dari University of Sydney mengatakan studi-studi yang lebih besar diperlukan mengenai masalah ini.

Dr Glenys Jones, seorang ahli nutrisi di Medical Research Council’s Human Nutrition Research yang berpusat di Cambridge, mengatakan:

Penting untuk dicatat bahwa studi ini tidak menunjukkan atau membuktikan bahwa mengkonsumsi nasi putih menyebabkan diabetes, melainkan suatu analisa dari 4 studi yang, saat dikombinasikan, menunjukkan bahwa mereka yang lebih banyak mengkonsumsi nasi putih itu berhubungan dengan lebih tingginya laporan kemunculan diabetes.

Namun, dari studi-studi ini tidak bisa disimpulkan bahwa meningkatnya kemunculan diabetes terjadi karena asupan nasi yang lebih tinggi dan bisa jadi akibat dari faktor-faktor gaya hidup lainnya.

Catherine Collins, ahli gizi dari St George’s Hospital di London, mengatakan:

Penemuan-penemuan ini menyiratkan bahwa resiko dari pengembangan diabetes Type 2 itu lebih tinggi pada populasi Asia tapi apakah ini karena asupan nasi yang lebih tinggi atau kecenderungan genetik tidak bisa di tentukan dari penelitian ini, meski para peneliti tersebut mencoba untuk menyimpulkan suatu hubungan resiko diabetes dengan jumlah asupan yang tinggi dari makanan-makanan dengan GI (glycaemic index) tinggi.

Sekitar 2,5 juta orang di Inggris di diagnosa dengan diabetes Type 2, dan 850.000 lainnya memiliki kondisi ini tapi tidak mengetahuinya. Dr Iain Frame, kepala research di Diabetes UK, mengatakan:

Studi ini adalah sebuah review dari penelitian-penelitian sebelumnya yang mengamati hubungan konsumsi nasi putih dengan diabetes Type 2, tapi tidak mengamati apakah dengan banyak memakan nasi putih itu meningkatkan resiko dari diabetes Type 2.

Studi-studi sebelumnya dalam bidang ini belum memberikan hasil-hasil yang pasti dan ini adalah suatu bidang yang sulit untuk dilakukan peneltian karena tidak ada satu jenis makanan yang berhubungan langsung dengan pengembangan diabetes Type 2.

Jadi, penelitian ini tidak memberikan satupun bukti yang kuat bahwa banyak makan nasi putih itu akan menempatkan orang-orang pada peningkatan resiko diabetes Type 2.

Dr Katarina Kos, seorang konsultan dalam diabetes dan endocrinology di Peninsula College of Medicine and Dentistry, mengatakan:

Para peneliti tersebut menemukan bahwa dengan setiap sajian dari nasi putih maka resiko dari relatif meningkat. Nasi adalah karbohidrat umum yang menemani berbagai makanan, biasanya pada populasi Asia. Semakin banyak nasi/makanan starchy yang kita makan, semakin banyak pula kita memakan makanan lain.

Dia menambahkan:

Sebagai konsultan diabetes, kami hanya bisa menekankan kebutuhan akan pengaturan berat badan untuk pencegahan diabetes, dan mengurangi berat badan itu adalah suatu bagian penting dari manajemen diabetes.

 

Sumber:  kesehatan.kompasiana.com