Dun Afrika Selatan
 
 Diabetes atau yang kerap disebut kencing manis menjadi penyakit kronik yang menakutkan karena bisa sebagai pemicu timbulnya penyakit lain.
 
Pasalnya, jika tidak dikelola dengan baik, penyakit ini bisa memicu timbulnya penyakit kronik lainnya seperti jantung, stroke, dan pembuluh darah tepi.
Lantas, seberapa ganas diabetes bisa menjadi pemicu penyakit lainnya?
 
Menurut survei nyata, lebih dari 220 juta orang di seluruh dunia terkena diabetes. Penyebabnya, bila ditelusuri ke belakang dikarenakan bertambahnya jumlah orang yang mengalami berat badan berlebih, kegemukan, dan tidak aktif secara fisik (pola hidup sedentari) dan kurang olah raga sehingga metbolisme tubuh berkurang.
Penyakit diabetes diprediksikan menjadi tujuh penyebab utama kematian di dunia pada 2030. Dengan kematian total akibat diabetes diproyeksikan meningkat hingga lebih dari 50% dalam 10 tahun mendatang.
 
Berdasarkan proses dan jangka waktu terjadinya, komplikasi diabetes mellitus dibedakan menjadi dua jenis yakni jangka panjang dan jangka pendek. Komplikasi jangka panjang bersifat kronis, sedangkan komplikasi jangka pendek sifatnya akut dan sama-sama bisa mematikan.Bagian tubuh paling sering diserang oleh komplikasi diabetes dalam jangka panjang adalah pembuluh darah. Itu pun masih dibagi lagi menjadi dua macam berdasarkan jenis pembuluh darahnya, yakni pembuluh darah besar dan pembuluh darah kecil.
Komplikasi jangka panjang pada pembuluh darah besar bisa memicu berbagai penyakit mematikan seperti sakit jantung, stroke dan penyakit pembuluh darah tepi. Sejumlah penyakit itu sudah cukup dikenal sebagai pembunuh nomor satu di dunia selain kanker.
 
Sementara untuk komplikasi jangka pendek, penderita diabetes bisa mengalami ketoasidosis atau berubahnya darah menjadi asam karena kadar gulanya meningkat. Gejalanya adalah hilang kesadaran, kehilangan cairan karena jadi sering buang air kecil dan kadang disertai sesak napas.
 
Komplikasi diabetes berupa ketoasidosis terjadi saat tubuh kekurangan insulin, lalu membakar asam lemak dan menghasilkan keton yang bersifat asam. Kondisi ini membutuhkan pertolongan medis secepatnya dan bisa berakibat fatal kalau dibiarkan tanpa penanganan.
 
Tak hanya itu, dengan berjalannya waktu, diabetes dapat merusak jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, dan saraf.
 
Sejumlah konsekuensi tersebut antara lain: Diabetes meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Sekitar 50 persen diabetesi meninggal akibat penyakit kardiovaskular, terutama penyakit jantung dan stroke.
 
Digabungkan dengan aliran darah yang berkurang, neuropati pada kaki meningkatkan risiko bisul di kaki dan berakhir dengan amputasi.
Retinopati diabetik menjadi penyebab penting dari kebutaan dan terjadi akibat kerusakan akumulatif jangka panjang pada pembuluh darah halus di retina.
Setelah 15 tahun mengalami diabetes, sekitar dua persen dari diabetesi menjadi buta dan sekitar 10 persen akan mengalami gangguan penglihatan yang buruk.
Diabetes menjadi penyebab utama kegagalan ginjal. Sebanyak 10-20 persen diabetesi meninggal akibat gagal ginjal.
 

Neuropati diabetik merupakan kerusakan pada saraf karena diabetes. Hal ini menimpa 50 persen diabetesi. Keseluruhan risiko kematian di antara diabetesi dua kali lipat dibanding dengan sebayanya yang hidup tanpa diabetes

 

Sumber: .inilah.com