Dun Afrika Selatan

 

Asam urat menumpuk ketika tubuh terlalu banyak memproduksi atau gagal mengeluarkannya. Asam urat sendiri merupakan semacam limbah dari metabolisme makanan. Maka dari itu, penting bagi Anda mengontrol pola makan dan sebaiknya melakukan diet jika menderita asam urat seperti yang dilansir dari Health Me Up berikut ini.

Saran umum

  • Kurangi asupan lemak demi menghindari produksi asam urat berlebih.
  • Perbanyak minum air demi menjaga keenceran urine.
  • Membatasi atau menghentikan sepenuhnya kebiasaan minum alkohol.

Makanan yang sebaiknya dihindari

  • Kerang, daging merah, jeroan, ikan sarden, ekstrak daging, dan daging cincang.
  • Buah-buahan dan sayur berikut ini: kacang polong, bayam, kembang kol, dan jamur.

Peraturan diet

  • Gunakan sedikit garam saat memasak.
  • Gunakan tomat, cuka, atau jus jeruk nipis untuk memperkaya rasa masakan yang tidak diberi garam cukup banyak.
  • Jangan menaruh garam di atas meja makan.
  • Hindari biskuit, kacang, camilan yang rasanya asin.
  • Kurangi kebiasaan mengonsumsi makanan yang tidak diproses sendiri, seperti roti.
  • Jangan tergiur dengan produk pengganti garam, sebab Anda bisa terancam mengalami ketidakseimbangan elektrolit.

Makanan yang disarankan
Anda yang menderita asam urat bisa mengonsumsi buah berry, cherry, pisang, tomat, seledri, kubis, dan peterseli. Kemudian buah yang kaya akan bromelain (nanas) dan makanan yang mengandung vitamin C (jeruk dan paprika). Selain itu, Anda boleh menikmati produk susu, karbohidrat kompleks (gandum), cokelat, teh, dan kopi dalam jumlah wajar.

Pada intinya, Anda tidak perlu sepenuhnya menghapus garam dari daftar konsumsi sehari-hari. Namun cobalah untuk mengonsumsi buah dan sayur mentah sesering mungkin demi menyeimbangkan kadar keasaman dalam tubuh.

 

Sumber:  merdeka.com