User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Masalah kesuburan pada perempuan sering dikaitkan dengan kista. Bahkan, ada anggapan seseorang yang terkena kista di ovarium (indung telur) akan sulit hamil. Pendapat itu ternyata tidak sepenuhnya benar karena pada umumnya kista bersifat jinak, berukuran kecil, dan tidak berpengaruh terhadap kesuburan.

Kista merupakan neoplasma atau sel baru yang tumbuh liar. Kista bisa berbahaya manakala sudah berukuran besar. Kista berdiameter lebih dari 5 cm dapat melintir pada saat terjadi kehamilan. Akibatnya, kista pecah dan menimbulkan nyeri sangat hebat. Selain itu, dapat beresiko jika merupakan neoplasma ganas yang dapat mengakibatkan kanker ovarium (kanker nomor tiga penyebab kematian perempuan Indonesia setelah kanker payudara dan kanker mulut rahim). Oleh karena itu, penting dilakukan deteksi dini adanya kista, yaitu dengan pemeriksaan ultrasonografi (USG). Kista terkadang muncul tanpa gejala seperti penyakit pada umumnya. Gejala-gejala seperti perut yang agak membuncit serta bagian bawah perut yang terasa tidak enak biasanya baru dirasakan saat ukurannya sudah cukup besar

Pada dasarnya, kista dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu kista dermoid berasal dari elemen ektodermal sehingga sel-selnya mirip kulit, yaitu sel epitel gepeng, tampak pula folikel rambut, kelenjar keringat, kadang-kadang elemen tulang. Potensi kista dermoid menjadi ganas relatif kecil, cuma sekitar 1-3%. Dan yang kedua adalah kista endometriosis, (endometriosis ada yang berbentuk kista, karena itu sering disebut kista). Padahal, kista merupakan neoplasma, sementara endometriosis berupa kelenjar dinding rahim yang abnormal dan tumbuh di luar rahim. Kista endometriosis mengganggu kesuburan karena secara mekanik dapat mengakibatkan perlengketan yang menyebabkan proses ovum pick-up (lepasnya sel telur yang telah matang), sehingga sulit ditangkap fimbriea (ujung tuba fallopi). Akibatnya, pembuahan sulit terjadi. Secara imunologis, kesuburan juga terhambat, karena timbulnya reaksi-reaksi kekebalan yang mengganggu fungsi sel telur, sperma, dan embrio secara alami.

Adanya masalah ataupun gangguan pada tubuh seperti pada daerah vital, seharusnya tak terjadi jika kita membiasakan hidup sehat dan selalu menjaga kebersihan diri. Oleh karena itu, tetap waspada dan selalu hidup sehat. [Agustin]

 

 

Dari: piogama.ugm.ac.id


 Menyembuhkan Kanker, Tumor, Kista dan Sel-sel Ganas Lainnya
keladi tikus
 

Keladi  Tikus : memperbaiki sistem pertahanan tubuh sehingga sistem  pertahanan mampu menghancurkan sel-sel kanker,  menghambat pertumbuhan sel  kanker termasuk melawan duplikasi sel  ganas, mereduksi  radikal bebas penyebab kanker, dan menghambat akibat buruk dari kemoterapi (rambut rontok, mual dsb).

Saran: Konsumsi – Minum Keladi Tikus Segar (Jus Keladi Tikus) telah terbukti  lebih efektif dibandingkan dengan semua produk hasil olahannya (extrak maupun plus).  Untuk itu usahakan Anda membuat Jus Keladi Tikus sendiri. Karena lebih manjur dan tidak perlu mengeluarkan biaya (sebenarnya mudah didapatkan di banyak tempat yang tumbuh liar). Minumlah kapsul keladi tikus hanya bila tidak sempat membuat jus-nya saja. Selain itu keladi tikus tidak bisa dibuat jamu godog karena efektifitasnya akan turun drastic (hilang). Anda juga bisa budidaya sendiri dengan mudah