User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

 

 

Dalam sebuah penelitian terhadap pria yang meninggal akibat hal lain selain kanker prostat, diketahui hampir 50 persen pria memiliki tumor prostat. Meski begitu autopsi menemukan bahwa tumor tersebut tak bukan penyebab kematian mereka.

Hasil ini kemudian membuat peneliti merasa harus kembali membuat kriteria, kanker prostat seperti apa yang perlu menjalani perawatan. Karena banyak bukti yang menunjukkan bahwa ada kalanya menunggu lebih baik daripada langsung mengobati kanker prostat.

"Penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan tumor prostat tahap awal bisa jadi tak terelakkan bagi banyak pria. Namun kenyataannya tumor tersebut tak banyak berpengaruh pada kesehatan, dan banyak pria yang meninggal karena sebab lain, bukan kanker prostat," ungkap ketua peneliti Dr Alexandra Zlotta dari uro-oncology di Mount Sinai Hospital, Toronto.

"Studi ini menyimpulkan bahwa pekerja medis sebaiknya meneliti kembali definisi yang ada saat ini mengenai kanker prostat yang penting untuk dirawat dan tak perlu dirawat," tambah Zlotta, seperti dilansir oleh Reuters (23/07).

Zlotta dan koleganya mengamati kelenjar prostat dari 300 pria berusia lebih dari 60 tahun yang meninggal akibat berbagai alasan, namun bukan kanker prostat. Mereka melakukan autopsi pada 220 pria di Rusia dan 100 di Jepang. Kedua negara ini tak menerapkan tes kanker prostat seketat Amerika Serikat.

Para ahli menjelaskan bahwa tes kanker prostat sebaiknya dipisahkan antara kanker yang berbahaya atau tumor yang tak akan membunuh pria. Dengan begitu, akan banyak orang yang tidak membuang uang dan risiko untuk melakukan perawatan atau operasi.

 

sumber: merdeka.com