User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

 

Menjelang dua dekade mendatang, Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) memprediksi akan terjadi lonjakan penderita kanker di Indonesia sampai tujuh kali lipat. Upaya deteksi dini diperlukan agar angka kematian akibat kanker bisa ditekan.

Di antara puluhan jenis kanker, penderita kanker mulut rahim atau kanker serviks disebut sebagai penyebab terbesar kematian. Perkiraan yang dilansir dari kurva data kesehatan tahunan itu diperhitungkan hingga 2030 mendatang. Bahkan, tingginya kasus kanker serviks membuat WHO menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah penderita kanker serviks terbanyak di dunia.

“Di Indonesia, 70 persen kanker serviks baru diketahui setelah pasien sudah stadium lanjut dan kebanyakan mereka tidak menyadari dirinya terkena karena tidak menimbulkan gejala awal,” ujar Pimpinan Unit Women Health Center RSCM Junita Indarti SpOG (K).

Data Kemenkes dan Yayasan Kanker Indonesia 2012 menyebutkan, sekitar 15 ribu perempuan Indonesia terdeteksi kanker serviks tiap tahunnya. Artinya, 41 perempuan per hari atau tiga perempuan setiap dua jam menderita penyakit yang mematikan ini. Dari angka itu, sekitar 8.000 perempuan meninggal setiap tahunnya. 

Rekam jejak kanker serviks diikuti kanker payudara yang merupakan penyakit dengan kasus terbanyak kedua. Yang perlu diketahui, data penderita kanker payudara merupakan pasien yang keluar rawat inap dengan diagnosis kanker. Jadi, penderitanya sangat mungkin jauh lebih besar lagi.

Kanker hati juga menjadi jenis penyakit dengan penderita cukup banyak yang umumnya adalah laki-laki. Kanker hati merupakan jenis penyakit dengan jumlah penderita nomor lima terbanyak di dunia dan menjadi penyebab kematian nomor tiga.

Besarnya jumlah penderita kanker di suatu negara biasanya berhubungan dengan jumlah penderita hepatitis. Sebab, pasien hepatitis umumnya berpotensi mengarah pada kanker hati. Sedangkan pada anak, leukemia merupakan jenis kanker yang paling banyak menyerang. Leukemia atau kanker darah menduduki peringkat tertinggi kasus kanker pada anak karena masih lemahnya penanganan.

 

Sumber: republika.co.id