User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

 

 

 

ika Anda menemukan benjolan di payudara Anda, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah jangan panik. Sekitar 80 persen benjolan di payudara tidak bersifat kanker. Benjolan sering berubah menjadi kista yang tidak berbahaya atau dikarenakan adanya perubahan jaringan yang terkait dengan siklus menstruasi Anda. Namun ada baiknya Anda memeriksakannya ke dokter untuk memastikan.

Ada beberapa cara untuk mengetahui apakah benjolan atau perubahan pada payudara Anda disebabkan oleh sel kanker atau bukan. Beberapa uji atau tes itu adalah berikut ini:

Mammogram

Tumor atau sel kanker di payudara bisa dideteksi melalui mammogram (X-ray di payudara). The American Cancer Society merekomendasikan, agar mammogram dilakukan setiap tahun dimulai saat usia Anda (wanita, Red.) 40 tahun. Sedangkan The US Preventive Services Task Force merekomendasikan mammogram dilakukan setiap dua tahun sejak usia Anda 50 - 74 tahun.

USG dan MRI

Selain mamografi, dokter bisa melakukan pemeriksaan tambahan dengan USG payudara. USG dapat membantu melihat adanya kista, kantung berisi cairan yang bukan kanker. MRI dianjurkan bersama dengan mammogram untuk skrining rutin pada wanita yang berisiko lebih tinggi mengidap kanker.

Biopsi

Satu-satunya cara pasti untuk menentukan apakah benjolan di payudara adalah kanker adalah dengan melakukan biopsi. Yakni dengan mengambil sampel jaringan untuk pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium.

Kadang, operasi dilakukan untuk mengambil sebagian atau seluruh benjolan untuk pengujian. Hasilnya akan menunjukkan apakah benjolan tersebut adalah kanker, apa jenisnya, dan perawatan apa yang cocok dilakukan.

 

Sumber:  tabloidnova.com