User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

 

Kanker merupakan salah satu penyakit yang mematikan , namun tahukah anda ? penyebab kanker bisa terjadi dari pola makan kita sehari hari . Untuk itu mari disini kita bahas Beberapa Makanan Pencegah dan Penyebab Kanker

Beberapa Makanan Pencegah Kanker

 

  • Avokad

Kandungan antioksidan dan omega 3 dalam avokad sangat tinggi. Tidak hanya mampu mengurangi risiko kanker, tetapi juga mengurangi risiko katarak dan glaukoma atau kebutaan, serta menjaga kestabilan tekanan darah.

  • Wortel

Warna jingga pada wortel menandakan bahwa kandungan betakaroten di dalamnya tinggi. Betakaroten ini berfungsi menangkal radikal bebas atau polusi yang bersifat karsinogen. Selain itu ada kandungan antioksidan alami lain dalam wortel bernama alfakaroten. Pria yang mengasup alfakaroten dosis tinggi memiliki resiko terkena kanker paru-paru lebih rendah. Sebuah studi yang dimuat Journal of Agricultural and Food Chemistry juga menyebutkan falcarinol, salah satu fitonutrisi alami dalam wortel bisa mengurangi resiko kanker hingga sepertiganya. Falcarinol membantu melindungi wortel dan jamur dan pestisida.

  • Anggur

Kandungan antioksidan dalam anggur merah sangat tinggi. Zat tersebut bisa memperlambat perkembangan sel kanker dan tumor. Untuk hasil efektif konsumsilah anggur merah lima kali sehari.

  • Jamur

Jamur shitake bisa membantu meningkat sistem kekebalan tubuh sebagai zat antibakteri. Jamur tersebut sangat bagus untuk mencegah influenza, diabetes, dan sakit kepala serta mengurangi risiko kanker. Jamur maitake dan reishi juga bermanfaat sebagai antikanker.

  • Labu Kuning

Labu kuning atau waluh, mengandung karotenoid (beta karoten), karbohidrat, vitamin A, C, E, K, mineral seperti kalium, kalsium, fosfor, besi serta asam folat. Warna kuning pada labu menandakan kandungan karoten yang tinggi. Betakaroten ini berfungsi mencegah efek radikal bebas yang bisa merusak struktur sel DNA. Betakaroten juga berfungsi sebagai antioksidan super yang mencegah perkembangan superoksida dan peroksida, biang kerok penuaan dini. Waluh bisa mengurangi resiko kanker nasofering, pencernaan dan serviks. Bonusnya, gangguan ginjal dan kandung kemih teratasi. Waluh juga meningkat daya tahan tubuh, mengatasi demam dan mengatasi infeksi karena sifatnya antiradang.

  • Kedelai

Soal kedelai, Anda pasti lebih tahu kandungan proteinnya yang tinggi. Namun, kedelai punya zat aktif pelawan kanker bernama genistein. Dalam artikel yang dipublikasikan di Journal of The National Cancer Institute, disebutkan bahwa genistein diduga zat aktif kanker yang bekerja dengan melemahkan sel kanker sehingga pertumbuhan kanker melambat dan tidak berkembang. Selain itu, zat isoflavon di dalamnya berfungsi melindungi sel dari efek buruk kelebihan hormon estrogen. Kedelai baik untuk mengurangi resiko terkena kanker payudara dan prostat.

  • Bayam Merah/Hijau

Mengandung zat antioksidan tinggi dan zat gizi seperti vitamin A, C, E, K, B1, B6, serta mineral seperti kalium, kalsium ,besi dan masih banyak lagi. Bayam juga mengandung fitonutrisi yang melemahkan sel kanker dan mengurangi radang (salah satu proses dasar perkembangan kanker). Beberapa kanker yang bisa dicegah dengan bayam antara lain kanker usus besar, prostat, payudara dan pencernaan. Jika Anda memilih bayam merah, lebih baik lagi. Karena warna merahnya menandakan tingginya kandungan lycopene. Selain itu pigmen merahnya juga mengandung flavonoid dan antosianin yang aktif sebagai zat antikanker dan antiradang. Hanya saja, perhatikan bagi penderita asam urat, karena bayam memiliki kandungan purin yang cukup tinggi.

  • Bawang Putih

National Cancer Institute di Amerika Serikat tidak menyarankan asup suplemen untuk mencegah kanker. Namun, NCI menyebutkan bahwa bawang putih adalah jenis sayuran yang berpotensi antikanker. Bawang putih juga mengandung zat arginine, ologosaccharides, flavonoid, dan selenium serta bersifat antiradang dan antibakteri. Baunya yang menyengat berasal dari kandungan sulfur yang tinggi, yaitu allyl sulfur yang bisa memperlambat kerusakan sel tubuh akibat perkembangan sel kanker.

  • Brokoli

Nutrisi utamanya tentu saja serat. Brokoli adalah sumber makanan kaya mineral seperti thiamin, niacin, asam pantothenat, kalsium, besi, selenium, vitamin A, C, B6, folat, magnesium dan fosfor. Namun zat aktif yang melawan kanker pada brokoli adalah isothiocyanate yang juga bisa ditemukan pada selada air, kubis, kembang kol, dan brussel sprout. Zat tersebut berfungsi menghentikan perkembangan sel kanker. Brokoli juga mengandung zat kuat sulforaphane yang membantu meningkatkan kekebalan tubuh melawan sel kanker. Namun, hati-hati dalam mengolah brokoli, jika terlalu matang, ada 90% zat antikanker yang hilang. Rebus/kukus brokoli sebentar saja.

  • Ubi Merah

Sama seperti labu kuning dan wortel, kandungan beta karoten pada ubi merah juga tinggi. Ubi merah juga mengandung zat saponin, flavonoid dan polifenol yang aktif berfungsi sebagai antioksidan dan antikanker. Zat saponin bersifat antiradang dan antikarsinogenik, yaitu mencekal zat-zat dari luar tubuh yang berpotensi menjadi sel kanker di dalam tubuh. Selain itu, kandungan vitamin C, vitamin E, betakaroten, serat, karbohidrat kompleks, dan rendah kalori juga bisa menjaga tingkat gula darah. Ubi merah sangat baik bagi manula karena vitamin B (B6 dan asam folat) di dalamnya bisa menghindarkan dari penyakit kepikunan.

  • Teh Hijau

Mengandung beberapa zat antioksidan seperti polifenol atau katekin yang bisa mencegah sel-sel kanker semakin berkembang. Menurut laporan sebuah studi yang dimuat Journal of Cellular Biochemistry, zat polifenol ini tak hanya terdapat dalam teh hijau, tapi juga tinggi dalam red wine dan minyak zaitun. Teh hijau yang sudah dikeringkan, memiliki kandungan polifenol hingga 40 persen dari beratnya dan berfungsi mengurangi resiko kanker pencernaan, paru-paru usus besar, liver dan pankreas. Hasil riset yang diterbitkan British Journal of Nutrition menyebutkan, mengonsumsi 2 cangkir teh hijau setiap hari selama sebulan bisa menurunkan tingkat kerusakan DNA hingga 20%. Anda bisa bebas kanker dan awet muda.

  • Tomat

Tomat kaya akan lycopene, antioksidan yang mencegah radikal bebas penyebab kanker. Akan lebih baik jika diasup dalam bentuk saus tomat atau pasta tomat yang dimasak. Hebatnya semakin panas, lycopene dalam tomat semakin terbentuk. Tomat juga mengandung vitamin C yang tinggi. Mengasup lycopene bisa mengurangi resiko kanker payudara, prostat, pankreas dan usus besar. Untuk penyerapan lebih baik oleh tubuh, masaklah tomat dengan sedikit minyak.

  • Lobak

Lobak kaya akan asam folat, vitamin C dan antosianin. Zat-zat ini sangat efektif melawan kanker. Lobak juga baik untuk mengobati penyakit-penyakit pencernaan dan membersihkan ginjal. Namun zat aktif yang memberikan manfaat melawan kanker adalah allyl isothiocyanate. Kandungan isothiocyanate dalam lobak jauh lebih terkonsentrasi/pekat ketimbang yang ada pada brokoli, yaitu 10 kali lebih kuat. Sekain itu, lobak juga mengandung raphanin, zat aktif yang berkhasiat antibiotik. Komponen sulfurnya adalah methanethiol yang berkhasiat sebagai antikanker.

Beberapa Makanan Penyebab Kanker

  • Teh Celup.

Yang dimaksud bukan tehnya, namun pembungkus teh celup tersebut yang biasanya terbuat dari bahan yang mengandung klorin.
Klorin adalah suatu zat kimia yang biasa digunakan pada industri kertas sebagai pemutih dan disinfektan kertas. Nah, klorin yang terdapat dalam pembugkus teh celup tadi larut dan jumlahnya besar, kemungkinan bisa memicu kanker.
Cara amannya adalah dengan mencelupkan teh celup tidak lebih dari 3 menit kemudian diambil dari gelasnya.

  • Makanan yang Diawetkan.

Diduga, sodium nitrat akan terdapat dalam semua makanan yang mengandung pengawet yang berperan membentuk komponen N-Nitroso semacam zat karsinogenik.

  • Pemanis Buatan atau Aspartame.

Aspartame merupakan suatu pemanis buatan rendah kalori yang biasa digunakan sebagai pengganti gula untuk penderita diabetes,sebagai pemanis pada berbagai makanan dalam kemasan.

  • Minuman Manis

Sumber makanan yang tinggi gula buatan seperti minuman manis, soda dan berbagai jus dapat meningkatkan risiko kanker. Dalam sebuah penelitian yang dicantumkan dalam jurnal “Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention (2010)” menunjukkan bahwa orang-orang yang mengkonsumsi minimal dua takaran soda per minggu memiliki kemungkinan 87 persen lebih tinggi menderita kanker pankreas dibandingkan dengan orang-orang yang tidak mengkonsumsi minuman ringan (yang mengandung gula buatan).
Penelitian lain menunjukkan adanya hubungan antara gula konsumsi dan kanker lambung dan usus. Walaupun gula itu sendiri tidak secara langsung merubah sel sehat menjadi sel kanker, akan tetapi gula buatan merupakan sumber “kesukaan” sel-sel kanker. Seiring waktu, asupan gula berat juga dapat meningkatkan output keseluruhan metabolisme sel, yang berarti meningkatnya jumlah sisa metabolisme yang bersifat oksidatif, yang merupakan pencetus kanker.

  • Kentang Goreng

Makanan yang digoreng meningkatkan risiko timbulnya kanker, terutama ketika makanan tersebut mengandung minyak yang terhidrogenasi, lemak jenuh, dan produk sampingan dari penggorengan yang disebut akrilamida. Akrilamida adalah zat penyebab tumor dan juga sejenis neurotoksin yang memiliki efek yang merugikan tidak hanya pada otak, tetapi pada sistem reproduksi juga. Makanan dengan kanduangan karbohidrat tinggi seperti kentang mudah menghasilkan akrilamida selama proses penggorengan. Ini membuat banyak produk hasil penggorengan kentang seperti kentang goreng dan keripik kentang berada dalam daftar utama makanan penyebab kanker.

  • Hot Dog

Daging yang diawetkan merupakan salah satu faktor pemicu risiko kanker perut dan lain penyakit lainnya pada sistem pencernaan. Dan akan menjadi lebih berbahaya ketika bahan-bahan seperti natrium nitrat (pengawet utama untuk hot dog) ditambahkan ke dalam campuran daging tersebut. Hot Dog dan daging yang diawetkan serta diasinkan perlu dihindari atau diminimalisir, untuk menghindari resiko terkena kanker lambung.

  • Daging Bakar

Anda suka makan sate? Steak? Barbeque? Berhati-hatilah.
Ketika tanaman atau hewan masalah dibakar, sejumlah zat beracundan bersifat mutagenik terbentuk. Banyak dari zat ini yang persis sama seperti yang dihasilkan dalam pembakaran tembakau (rokok) yang memiliki sifat beracun dan menimbulkan resiko kanker. Menurut National Cancer Institute, kanker usus besar, kanker lambung dan kanker sistem pencernaan lainnya berhubungan dengan tingginya asupan daging panggang atau daging bakar. Walau belum banyak penelitian tentang efek untuk makanan lain yang dibakar seperti roti panggang, efek yang sama mungkin saja terjadi.

Cara Mencegah Kanker

Selain hati-hati terhadap makanan yang akan dikonsumsi (selektif), cara terbaik lain adalah:
1. Menjaga pola hidup sehat dan seimbang.
2. Hindari kebiasaan buruk seperti merokok dan alkohol.
3. Jangan terlalu banyak mengkonsumsi makanan berpengawet.
4. Mengkonsumsi sayuran hijau.
5. Mengkonsumsi buah yang banyak mengandung vitamin A, Beta Karoten, C dan vitamin E.

 

Sumber:  inoernabila.com