Dun Afrika Selatan

 

Tidak memandang usia dan berat badan, kolesterol tinggi bisa menyerang siapa saja. Namun kini, kolesterol tinggi dapat dicegah dengan cara yang enak dan segar.

Semua orang pasti suka makan enak. Tapi jangan sampai kebablasan dan makan dengan berlebihan. Pasalnya, makanan enak yang banyak disukai orang biasanya berupa makanan yang gurih, berlemak, serta minim serat. Kondisi ini kian diperparah dengan gaya hidup kota besar yang cenderung malas berolahraga.

Jadi tak heran jika saat ini kita cenderung memiliki kadar kolesterol tinggi karena hobi mengonsumsi makanan yang enak-enak dan malas berolahraga. Yang mengkhawatirkan, WHO melaporkan pada bulan Februari 2012 lalu bahwa jumlah penderita penyakit jantung di negara-negara berkembang seperti Indonesia akan mengalami peningkatan sebesar 137% pada tahun 2020, sedangkan di negara-negara maju hanya 48%.

Sedangkan di Indonesia, jumlahnya bisa mencapai 27 banding 1000 orang, tak terpaut jauh dari Amerika Serikat yang sudah terkenal dengan kebiasaan dan pola makan junk food-nya, yaitu mencapai 30 banding 1000 orang. Pada usia muda, kadar kolesterol mungkin belum berpengaruh pada penyempitan pembuluh darah.

Karena diperlukan waktu yang lama untuk terjadinya risiko ini. Namun, karena sejak muda sudah tinggi kadar kolesterolnya, bisa saja di usia 35-40 tahun mulai terjadi penyempitan di pembuluh darah. Kolesterol ini sebenarnya merupakan lemak yang beredar di dalam darah atau lipoprotein yang terdiri dari kolesterol, trigliserilda, dan phospolipid yang tidak berbahaya.

Apalagi, kolesterol sebenarnya juga merupakan komponen utama pembangun dinding sel. Sehingga dalam jumlah normal kolesterol dibutuhkan oleh tubuh kita. Tapi ketika jumlahnya berlebihan banyak, dalam waktu lama akan tertimbun di dalam dinding pembuluh darah dan menimbulkan kondisi yang disebut aterosklerosis yaitu penyempitan atau pengerasan pembuluh darah.

Kondisi ini merupakan cikal bakal terjadinya penyakit jantung dan stroke. Hal ini sama dengan kita menyimpan bom waktu dalam tubuh kita. Karena tidak ada tanda-tanda khas, seseorang kerap tidak menyadari bahwa dirinya mengidap hiperkolesterol. Tak ada gejala yang khas inilah yang menyebabkan hiperkolesterol juga disebut silent killer. Namun, gejala khas kadang muncul juga pada penderita menahun, seperti berupa xanthelasma atau endapan kolesterol berbentuk noda kuning muda di tengah atau di ujung kelopak mata.

Gejala lain berupa rasa pusing disertai pegal ditengkuk bagian belakang, kesemutan yang datang berulang, rasa sakit seperti tertusuk di dada sebelah kiri, dan xanthoma (timbulnya benjolan padat pada tendo atau urat siku, tumit, atau lutut).

Plant Stanol Ester

Kendati kolesterol jahat dalam tubuh yang dapat menyebabkan berbagai penyakit, hal itu dapat ditekan dengan pola hidup sehat. Caranya dengan menerapkan pola makan yang sehat, menghindari makanan yang mengandung kadar kolesterol tinggi. Selalu luangkan waktu untuk berolahraga secara teratur 3-5 kali seminggu, kurang lebih sekitar 30 menit.

Penting juga untuk melakukan pemeriksaan kolesterol secara berkala dan berkonsultasi dengan dokter. Berkat perkembangan ilmu pengetahuan dan penelitian Dr. Ingmar Wester dari Finlandia pada tahun 1995 menemukan Plant Stanol Ester (PSE) yang menjadi salah satu dari 10 penemuan terbaik di bidang Nutrisi. Plant Stanol Ester merupakan bahan natural dari tumbuh tumbuhan, memiliki struktur seperti kolesterol.

PSE pun telah dinyatakan aman dikonsumsi dan mendapatkan status GRAS (Generally Recognized as Safe) dari Food and Drugs Association (FDA) Amerika Serikat. Dengan memiliki struktur seperti kolesterol dapat menghambat penyerapan kolesterol di saluran pencernaan. Selain itu, PSE juga berfungsi untuk lebih mengaktifkan pengeluaran kolesterol yang tidak terpakai dari dalam tubuh.

Menariknya, penambahan PSE tidak mengubah rasa maupun tekstur makanan yang diperkaya tersebut. Juga tidak terjadi efek samping. Ketika PSE ditambahkan ke yoghurt rendah lemak, lalu diujikan ke sejumlah responden juga terjadi penurunan kolesterol jahat (LDL) dalam satu minggu konsumsi. Enaknya lagi.

Kini di Indonesia, PSE sudah terdapat pada smoothie Nutrive Benecol dari Kalbe Nutritionals (minuman susu dengan rasa buah) yang enak dan dalam kemasan praktis. Minuman segar ini aman dikonsumsi karena berasal dari bahan alami dan sudah mendapat status GRAS dari United State FDA (USFDA). Minuman ini juga cocok untuk orang yang memiliki kadar kolesterol tinggi ataupun yang kadar kolesterolnya normal tetapi ingin melakukan pencegahan.

Dan untuk soal rasa pun, Nutrive Benecol tersaji dalam kesegaran rasa blackcurrant, strawberry, dan jeruk yang enak. Selain itu, saat ini semua rasa Nutrive Benecol sudah No Added Sugar (tanpa penambahan gula pasir), sehingga rendah GI (Glycemic Index) aman dikonsumsi untuk yang sedang menjaga pola makan ataupun penderita diabetes.

Nutrive Benecol No Added Sugar ini telah lulus uji rendah GI dari SUGIRS (Sydney University’s Glycemic Index Research Service) pada Maret 2009. Nutrive Benecol telah teruji klinis dapat membantu menurunkan kadar kolesterol total hingga 8% dan LDL hingga 11% dengan konsumsi dalam 2 minggu, sebanyak 2 botol sehari segera setelah makan.

Untuk kolesterol tinggi, konsumsi lebih dari 2 botol sehari dapat menurunkan kolesterol jahat lebih cepat. Jadi, mulai sekarang rajin minum Nutrive Benecol 2 botol setiap hari, segera setelah makan agar tubuh sehat dan bebas kolesterol tinggi. Nutrive Benecol, cara enak turunkan kolesterol. [agung pramudyo/Info]

Sumber:  seputar-indonesia.com