Dun Afrika Selatan

 

"Karena itu, kebiasaan pola hidup sehat harus terus digelorakan. Seseorang dikatakan memiliki kadar kolesterol normal jika ukurannya 160-200 mg, sedangkan masuk kondisi berbahaya jika sudah di atas 240 mg," tandas dr Niken Nawangsih MKes, Direktur Rumah Sakit Umum Queen Latifa Gamping Sleman Yogyakarta.

Dijelaskan dr Niken Nawangsih, ada banyak hal yang menjadi penyebab atau pemicu timbulnya kolesterol tinggi dalam darah. Penyebab paling sering adalah pola hidup tak sehat, seperti asupan makan yang banyak mengandung lemak jenuh, stres yang menjadi rutinitas sehari-hari dan sebagainya. Secara umum, papar dr Niken Nawangsih, ada dua faktor penting yang menjadi penyebab terjadinya kolesterol yang semakin meningkat, yang dapat dikontrol maupun tidak.

Faktor yang tidak dapat dikontrol seperti faktor keturunan dan usia. Setelah usia 20 tahun, kolesterol cenderung meningkat. Sedangkan faktor yang dapat dikontrol misalnya makanan yang terlalu banyak lemak jenuh, seperti mentega, biskuit, dan fast food (makanan siap saji). Selain itu, kelebihan berat badan, kurang berolahraga, merokok, gaya hidup yang tak sehat, stres, minum kopi berlebih, diet yang salah dan obesitas.

"Pada dasarnya kolesterol dapat diturunkan dan dicegah sebelum beranjak menjadi kolesterol jahat dalam tubuh, yang dapat mengancam penyakit yang dibawa karena tingginya kolesterol. Caranya dengan membiasakan hidup sehat agar kolesterol terkendali," katanya.

Menurut dr Niken Nawangsih, kolesterol dalam darah akan semakin meningkat. Hal ini disebabkan adanya asupan makanan yang banyak mengandung lemak jenuh dan gaya hidup yang cenderung tidak teratur dan seimbang. Makanan penyumbang kolesterol paling tinggi berasal dari sumber produk hewani seperti daging, susu dan telur. "Tubuh memang memerlukan kolesterol untuk membantu membentuk dinding sel, sebagai bahan dasar pembentukan hormon hormon steroid dan sumber energi bagi tubuh. Tapi kolesterol secara alami itu telah dihasilkan tubuh yang berasal dari organ hati," paparnya.

Umumnya mereka yang memiliki kadar kolesterol tinggi dalam tubuh memang tidak menunjukkan gejala apapun. Namun ketika dilakukan pemeriksaan laboratorium, akan terlihat kadar kolesterol dalam darah telah melebihi batas normal.

"Jika kadar kolesterol dalam darah meningkat, akan menimbulkan efek negatif pada tingkat dan gangguan kesehatan. Karena itu, jaga kesehatan dengan membiasakan hidup sehat. Jika mendapati kolesterol naik jangan panik, tapi disikapi dengan berobat atau terapi secara tepat," ujarnya.

Akibat buruk dari tingginya kolesterol dalam darah bisa memicu terjadinya penyakit serangan jantung, stroke, maupun penyempitan pembuluh darah. Karena itu, periksa dini kesehatan sangat dianjurkan guna meminimalkan hal buruk dari gangguan penyakit tersebut. (Agus Suwarto)-g

 

Sumber:   krjogja.com