MENDENGAR kata kanker mungkin yang berada di benak kita adalah penyakit yang sangat sulit disembuhkan dan belum ada obat yang dapat menyembuhkannya. Ini memang ada benarnya, namun seperti kebanyakan kanker pada umumnya, kanker nasofaring bisa disembuhkan bila diketahui sejak dini. Kanker nasofaring dapat ditangani dengan menjalani terapi dan penyinaran, tergantung stadiumnya.
Pencegahan kanker nasofaring, sebagaimana jenis kanker lainnya, dapat dilakukan dengan cara membiasakan hidup bersih. Rumah selalu mempunyai saluran udara atau ventilasi. Minimalisasikan pembakaran dupa dan obat nyamuk bakar di dalam rumah, karena hal ini diduga menimbulkan risiko kanker nasofaring.
Dr Budianto Komari, Sp THT, mengatakan, kanker nasofaring bersifat radiosensitif. Penanganannya selain menghindari asap, makanan asin, dan makan yang diawetkan, penanganannya juga dapat dilakukan dengan penyinaran, kemoterapi dan pemberian obat kanker. Menurut Budianto, tindakan operasi jarang diperlukan, apalagi secara anatomis rongga nasofaring sulit dijangkau dan sangat berdekatan dengan struktur vital seperti dasar tengkorak, otak, mata, dan arteri besar (karotis interna).
“Memang dalam pemberian penyinaran, kemoterapi dan obat-obatan bisa menimbulkan permasalahan tersendiri, yakni misalnya penderita akan mengalami mual, demam, sariawan, dan muntah,” kata Budianto.
Budianto menerangkan, dalam menjalani pengobatan menggunakan penyinaran dibutuhkan sebanyak 31 hingga 35 kali proses selama satu setengah bulan. Sedangkan jika menjalani pengobatan melalui kemoterapi dibutuhkan enam kali proses tiap harinya.
Mengenai biaya, menurut Budianto, pengobatan dengan menjalani kemoterapi kurang lebih dibutuhkan biaya sekitar Rp6 juta per seri. “Pengobatan melalui kemoterapi merupakan alternatif penyembuhan dengan biaya murah, namun penyembuhan tersebut harus disertai dengan obat pelengkap yang juga harus dibeli pasien,” ujar Budianto. Sedangkan biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan menggunakan penyinaran adalah kurang lebih Rp15 juta per paketnya.
Infeksi dari virus Epstein barr memegang peranan penting dalam timbulnya kanker nasofaring ini. Virus ini dapat masuk ke dalam tubuh dan tetap tinggal di orofaring, nasofaring, kelenjar parotis, dan kelenjar ludah tanpa menimbulkan gejala.
Pemeriksaan CT Scan dan MRI juga sangat membantu dalam mendiagnosis dini kanker nasofaring. Pemeriksaan ini berguna untuk mengetahui perluasan kanker dan penentuan stadium oleh dokter.
Sumber: jurnalnasional.com
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|



